Arus Bawah Jokowi: Dualisme Demokrat Isu Internal, Presiden Tak Akan Campur Tangan

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 09 Maret 2021 17:26 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

JAKARTA – Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mencampuri urusan internal Partai Demokrat (PD). Pasalnya, Presiden sangat menghormati kedaulatan partai politik (parpol) di Indonesia yang diatur sesuai AD/ART masing-masing. 

“Presiden tentu tidak akan campur tangan, dan sangat memahami bahwa ini adalah isu internal,” ujar Michael Umbas dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021). 

Michael menganggap, sejak awal seakan-akan ada upaya untuk menarik Jokowi terlibat dalam polemik Partai Demokrat. Cara yang dilakukan adalah dengan jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Baca juga: Dualisme Demokrat, Yasonna: Tolong Pak SBY dan AHY Jangan Tuding-Tuding Pemerintah

“Sejak awal ada upaya menarik Pak Jokowi masuk dalam kemelut di Partai Demokrat. Jangan hanya karena Moeldoko memegang jabatan kepala staf kepresidenan, lalu seolah-olah Pak Jokowi ikut terlibat,” ucap Michael.

Selain itu, Michael menilai sikap Jokowi yang tidak merespons surat dari Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada awal Februari 2021, sudah tepat. 

Baca juga: Bupati Lebak Siap Kirim Santet ke Moeldoko, Warganet: Musyrik!

“Surat dari AHY saja tidak direspons Pak Jokowi. Bagi kami, Pak Jokowi sudah sangat proporsional. Tidak mungkin ada perintah atau apapun bentuknya untuk meminta Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY,” ucap Michael. 

Menurut Michael, Jokowi tidak akan mengingkari diri sebagai sosok yang ingin demokrasi di Indonesia semakin maju.

“Apalagi, Pak Jokowi kan Presiden dari seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi kan sumbernya dari rakyat. Jadi, bukan tipikal Pak Jokowi ikut campur urusan internal partai politik. Sama sekali tidak,” tegas Michael. 

Michael mengatakan, Jokowi sangat menghormati figur Presiden Ke-VI RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pak Jokowi sangat menghormati para pendahulu beliau, termasuk Pak SBY. Pak Jokowi paham bahwa Pak SBY adalah presiden keenam dan tokoh bangsa. Publik masih ingat saat peringatan Proklamasi beberapa tahun silam, tokoh-tokoh bangsa hadir di Istana,” kata Michael. 

“Pak Jokowi akan mengakhiri masa periode terakhir. Pak Jokowi tidak ada kepentingan khusus. Sikap diam Pak Jokowi tepat,” tambahnya. 

Dia menegaskan, Jokowi bukan tipikal orang yang suka merusak demokrasi.

“Pertemuan di istana itu menunjukkan rasa hormat Pak Jokowi kepada Pak Habibie, Ibu Megawati, dan Pak SBY, sebagai pendahulu. Selain menjunjung tinggi demokrasi, Pak Jokowi pun menjaga tata krama. Sekali lagi, bukan tipikal Pak Jokowi merusak demokrasi,” demikian Michael.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya