Situs Pertempuran Laskar Mataram vs VOC Tinggal Kenangan

Doddy Handoko , Jurnalis
Rabu 17 Maret 2021 06:50 WIB
Situs pertempuran Laskar Mataram (Foto: Doddy Handoko)
Share :

JAKARTA - Situs pertempuran laskar Mataram saat melawan VOC abad ke-17 (1628-1629) berada di areal bekas Kastil Batavia, Kota Tua, Jakarta Barat.

Kawasan yang dulunya tanah lapang itu berubah menjadi kawasan kumuh, pangkalan truk, dan dipenuhi bangunan rumah toko di sisi Jalan Tongkol, Jakarta Utara.

Sisa fondasi Kastil Batavia dan Fort Jacatra hingga hari ini belum dikonservasi sebagai peninggalan sejarah bersama Indonesia, Belanda, dan Inggris. Padahal di sekeliling bekas Kastil Batavia masih terdapat sejumlah situs bersejarah.

"Di dekat Kastil Batavia yang tersisa adalah Galangan Kapal VOC, Gudang Rempah, Gudang Gandum, dan Menara Syahbandar yang didirikan di salah satu fondasi di ujung Kastil Batavia. Galangan VOC di sisi barat Kastil Batavia merupakan bekas kediaman Pangeran Jaya Wikrama, penguasa Jayakarta yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kesultanan Banten " kata Yahya Saputra, budayawan Betawi, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Kisah Nama Batavia Lahir dari Serdadu VOC Mabuk dan Java Bier "Untuk Orang Kuat"

Sisa situs lainnya adalah benteng tepi timur Batavia, satu-satunya penanda tersisa batas timur kompleks Batavia yang dibangun sekitar tahun 1740.

Baca juga: Kisah Pasukan Janda Inong Bale Laksamana Malahayati Melawan VOC

Benteng itu terletak persis di pinggir jalan Tol RE Martadinata, Jakarta Utara. Tinggi dinding masih mencapai empat meter lebih. Benteng tepi timur Batavia memang tersembunyi. Tetapi, dua bangunan benteng berbentuk rumah limas yang saling berhadapan itu dapat dilihat jelas dari jalan layang Tol RE Martadinata.

Dalam buku “Sejarah Jakarta, Adolf Heuken menuliskan benteng sisi timur Batavia merupakan satu- satunya yang tersisa sebagai penanda batas wilayah Batavia atau Kota Lama Jakarta di sisi timur.

Heuken menuturkan, benteng tepi timur Batavia berada di pinggir Sungai Ciliwung. Benteng itu sekaligus dipergunakan sebagai gudang bahan makanan pada zaman VOC Belanda.

Menilik dua fungsi yang digunakan untuk gudang bahan makanan dan benteng penjagaan wilayah terlihat ada efisiensi penugasan militer. Tentara yang berjaga itu dapat menjaga keamanan persediaan bahan makanan, sekaligus menjaga batas wilayah.

Benteng tepi timur Batavia ini juga dikenal dengan gudang gandum (graanpakhuizen). Letak gudang ini sekitar ratusan meter setelah Menara Syahbandar dari arah laut. Menara itu sekarang dapat dilihat berada di seberang jalan Gedung Galangan Kapal VOC.

Bersebelahan dengan lokasi tersebut terdapat loji perdagangan Inggris. Sedangkan di selatan kastil terdapat Pecinan pertama di Jayakarta sebelum akhirnya ketiga situs tersebut dirombak total oleh Belanda dan dinamai sebagai Batavia setelah tahun 1619.

Menurut Heuken, sebetulnya bangunan benteng tepi timur Batavia terdiri atas lebih dari dua bangunan yang letaknya saling berdekatan.

"Namun, beberapa bangunan lainnya di sebelah selatan bangunan yang tersisa sekarang sudah dibongkar untuk jalur jalan layang Tol RE Martadinata,"ungkap Yahya.

Selain benteng tepi timur Batavia , juga dikenal benteng tepi barat Batavia (Westzijdsche Pakhuizen/Gudang Tepi Barat).

Benteng tepi barat Batavia sekarang dikenal sebagai bangunan Museum Bahari, dulunya benteng tepi barat Batavia itu sekaligus berfungsi sebagai gudang bahan makanan .

Di benteng tepi timur Batavia dipergunakan untuk menyimpan gandum, beras, kacang tanah, kacang ijo, kue- kue kering untuk perbekalan kapal, dan sebagainya.

Di benteng tepi barat Batavia dipergunakan untuk menyimpan hasil perkebunan, seperti lada, kopi, teh, atau kain dalam jumlah besar.

Efisiensi militer zaman VOC Belanda waktu itu terlihat jelas. Gudang bahan makanan perlu diawasi tentara, sekaligus tentara itu berjaga untuk pertahanan wilayah Batavia.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya