VOC Hancurkan Keraton Jayarkarta, 15 Ribu Warganya Diusir

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 18 Maret 2021 06:21 WIB
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
Share :

DI muara Sungai Ciliwung yang merupakan bandar Sunda Kalapa pada 22 Juni 1572, Panglima Balatentara Muslim Falatehan dari Demak mengusir Portugis yang secara sepihak mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Hindu Pajajaran yang berpusat di Batutulis, Bogor.

Di kedua sisi jembatan Kota Intan kini berdiri terminal bus Jakarta Kota. Di sekitar tempat inilah Falatehan mendirikan Keraton Jayakarta. Kota Jayakarta terbentang dari utara ke selatan di mana terdapat kedua anak sungai Ciliwung.

"Di tempat yang banyak terdapat pohon kelapa inilah kira-kira berdiri kraton (dalem). Di sebelah selatan terdapat alun-alun dan di sebelah barat alun-alun terdapat sebuah masjid dan selatan alun-alun terdapat pasar,"kata Yahya Saputra, budayawan Betawi.

Tata kota dengan penempatan bangunan-bangunan seperti kota Jayakarta pada dasarnya tak berbeda dengan tata kota lainnya di pesisir utara Jawa pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam seperti Banten, Cirebon dan Demak.

“Bangunan-bangunan kraton, masjid, pasar, dan alun-alun mencerminkan pusat kekuasaan politik antara masyarakat dengan raja dan birokrat. Ketika itu Kraton Jayakarta , juga terdapat perumahan para abdi dalem, dikelilingi oleh pagar kota dari bambu yang kemudian menjadi pagar tembok,”ucapnya.

Penduduk kota utama Jayakarta ada sekira tiga ribu kepala keluarga atau sekitar 15 ribu jiwa.

Namun, pada 30 Mei 1619, VOC tanpa mengenal ampun menghancurkan dan membumihanguskan Kraton Jayakarta. Termasuk masjid tempat ibadah yang seharusnya dihormati.

Baca Juga: Ketahuan Berzina dengan Putri Angkat JP Coen, Perwira VOC Dihukum Pancung

"Pihak penjajah bukan hanya menghancurkan Jayakarta tapi mengusir seluruh penduduk. Kita dapat membayangkan bagaimana 15 ribu jiwa termasuk anak-anak kecil harus menyingkir ke Jatinegara Kaum yang jaraknya sekitar 20 km dari Kota Intan,"paparnya.

Kala itu mereka harus melewati hutan belukar. Di Jatinegara Kaum mereka mendirikan Masjid Asy-Salafiah yang hingga kini masih berdiri tegak. Pangeran Jayakarta dan anak buahnya melalui masjid menggerakkan pasukan bergerilya melawan Belanda.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya