Juru masak dan semua yang bekerja melayani adalah anak-anak muda asal Bireuen, Aceh. Mereka merantau ke Jakarta dan menemukan kesempatan usaha mie Aceh ini.
Saat beristirahat usai dagang, mereka kemudian menyingkirkan meja dan kursi. Lahan kosong lalu dialasi dan menjdi tempat tidur. Paginya, mereka berjalan ke pasar minggu membeli bahan bahan masakan dan bersiap kembali dagang sejak pukul 10 pagi.
“Inilah wajah anak-anak muda ulet, tangguh dan tanpa tanda lembek, loyo. Mereka adalah contoh anak-anak muda yang merantau untuk berjuang, mereka jalani kesempatan dengan keseriusan dan dalam keceriaan,” tambahnya.
Anies menyebut, anak tangguh seperti inilah yang membuat masyarakat optimis bahwa masa depan bangsa kita ini insyaAllah kita bisa lebih cerah.
(Khafid Mardiyansyah)