JK Usul Sholat Tarawih Dibagi 2 Shift, Ini Respons Muhammadiyah dan PBNU

Fahreza Rizky, Jurnalis
Selasa 23 Maret 2021 16:54 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (Foto : iNews)
Share :

Robikin pun menyampaikan kaidah fikih 'La Dharara wa La Dhirara' yang pada intinya mengingatkan tiap insan tak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

"Kaidahnya jelas, La Dharara Wa La Dhirara. Bagaimana caranya? Antara lain dengan menaati protokol kesehatan yang sudah ada dan mengatur sif waktu pelaksanaan sholat tarawih. Toh waktu masuk dan batas akhir sholat tarawih cukup panjang," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DMI Jusuf Kalla mengusulkan agar pelaksanaan Tarawih dibagi menjadi dua sif atau bergiliran. Hal itu dilakukan untuk mencegah Covid-19.

Baca Juga : Singapura Izinkan Sholat Tarawih Ramadhan 2021 di Masjid

"Tahun ini masjid sudah bisa dipakai untuk Tarawih, selama memberlakukan protokol kesehatan yang baik. Maknanya apa? sebagian umat tidak bisa tertampung karena harus mengikuti aturan jaga jarak, untuk itu demi mengakomodir jamaah yang mau sholat tarawih, maka bisa dilaksanakan dua kali atau dua shift," ucapnya pada acara Pelantikan dan Rakernas DMI Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya