DALAM buku berjudul Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme , karya Harsja W. Bachtiar, Peter B.R. Carey, Onghokham diceritakan pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman belajar di Belanda.
(Baca juga: Cerita Menegangkan Dokter Hastry Masuk Tim Eksekusi Mati Freddy Budiman)
Ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. Pelukis itu melukis bunga. Lukisan bunga itu mirip aslinya . Beberapa kumbang serta kupu-kupu sampai hinggap di atasnya. Merasa hebat, mereka mengejek Raden Saleh.
(Baca juga: Sejarah Perjanjian Linggarjati: Menyempitnya Wilayah Indonesia hingga Timbulkan Gejolak Politik)
Berhari-hari Raden Saleh tidak terlihat di sanggar lukis. Hal itu membuat teman-temannya cemas. Mereka menduga, Raden Saleh berbuat nekad, bunuh diri.
Mereka ke rumahnya, pintu rumahnya terkunci dari dalam. Maka pintu dibuka paksa. Tiba-tiba mereka menjerit. Mereka melihat "mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. Mereka panik.
Dalam suasana panik itu, tiba-tiba Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya bisa menipu manusia", katanya tersenyum.
Pelukis Belanda itu malu melihat kelihaian Raden Saleh.
(Fahmi Firdaus )