Selain memaksa turun, para anggota ini juga melaporkan suster-suster tesebut ke polisi.
(Baca juga: Paska-Kebakaran, Pengungsi Rohingya Mulai Bangun Pemukiman Sementara)
Para pejabat gereja mengatakan suster-suster ini dilecehkan secara verbal. Para aktivis Hindu "menyerang" beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan bersama para suster.
Surat kabar India, Hindustan Times, mengatakan para aktivis "mengira para suster memaksa beberapa remaja ini untuk pindah agama".
Juru bicara gereja, Jerry Joseph, mengatakan aktivis-aktivis ini tidak mempercayai penjelasan para suster.