Tasripin, Tuan Tanah Semarang yang Rumahnya Berlantaikan Koin Emas Bergambar Ratu Belanda

Doddy Handoko , Jurnalis
Sabtu 27 Maret 2021 06:17 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Saat era Hindia-Belanda di Semarang, hidup seorang tuan tanah yang juga pengusaha kulit kaya raya bernama Tasripin. Ia lahir pada 1834, empat tahun setelah Perang Jawa berakhir. Masa hidupnya sezaman dengan raja gula Semarang, Oei Tiang Ham.

Tanah Tasripan terdapat di daerah Semarang timur. Ia memiliki banyak aset bangunan dan tanah mulai sepanjang Jalan Bojong (Sekarang Jalan Pemuda), kampung-kampung Jalan Mataram, dan di banyak tempat lainnya.

Peninggalan Tasripin masih bisa ditemui di Kampung Kulitan. Di Kulitan, mayoritas rumahnya masih milik Tasripin. Masih ada rumah yang coraknya Melayu, campuran arsitektur kolonial.

Rumah bercorak campuran Melayu dan kolonial Belanda terlihat di Kampung Kulitan, Jagalan, Mataram Semarang. Atapnya lancip serta beberapa anak tangga di bawahnya. Ciri khas bangunanya berupa tiga daun pintu di beranda rumah.

"Tasripin membeli sejumlah tanah dari orang-orang Belanda untuk mengembangkan bisnisnya. Ia mempunyai rumah di daerah Jeruk Kingkit, Kampung Kulitan, Pederesan, Wot Prau, Gendingan, dan lainnya. Sebagian tanahnya juga digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya yang berasal dari pinggiran Semarang,"vkata Sri Buntoro, penggiat sejarah Semarang, Sabtu (27/3/2021).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya