Muhammadiyah Duga Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Bentuk Adu Domba

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Minggu 28 Maret 2021 16:23 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta agar seluruh pihak tidak mengaitkan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan agama apapun. Ia menduga aksi bom bunuh diri itu justru adalah bentuk adu domba.

"Meski terjadi di depan rumah ibadah, jangan serta-merta mengaitkan tindakan bom tersebut sebagai terhubung dengan agama dan golongan umat beragama tertentu," kata Haedar Nashir melalui pesan singkatnya, Minggu (28/3/2022).

"Boleh jadi tindakan bom bunuh diri tersebut merupakan bentuk adu domba, memancing di air keruh, dan wujud dari perbuatan teror yang tidak bertemali dengan aspek keagamaan," imbuhnya.

Baca Juga:  Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Bertambah Jadi 19 Orang

Ditegaskan Haedar, Muhammadiyah mengecam keras aksi peledakan bom di depan Gereja Katedral, Makassar, tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas insiden keji tersebut.

"Segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, papun motif dan tujuannya serta oleh siapapun pelakunya sangatlah biadab yang harus diusut tuntas," bebernya.

Haedar juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta agar aksi bom bunuh diri itu diserahkan ke aparat penegak hukum untuk diungkap.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya