KARANGANYAR - Usai menelusuri tempat bersejarah terkait dengan penyiaran di Indonesia yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melanjutkan napak tilas ke tempat bersejarah lainnya, yaitu dengan berziarah ke makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro VII yang ada di Girilayu, Matesih, Karanganyar.
Pantauan MNC Portal Indonesia, dipimpin langsung Ketua Umum KPI Pusat Agung Supriyo, para komisioner serta anggota Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) terlihat khusyuk berdoa di makam KGPAA Mangkunegoro VII.
Baca Juga: KPI Gelar Literasi Media, Rangkaian Peringatan Hasiarnas 2021 Dimulai di Batam
Menurut Agung, dunia penyiaran di Tanah Air tak bisa seperti saat ini tanpa peran dari KGPAA Mangkunegoro VII. Berkat jasa-jasa KGPAA Mangkunegoro VII, di kota Solo pertama kalinya muncul radio milik orang Indonesia Solosche Radio Vereeniging (SRV) di tahun 1933 jauh sebelum Indonesia merdeka.
"SRV lahir jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh KGPAA Mangkunegoro VII dan merupakan stasiun radio pertama milik bangsa Indonesia. Kala itu di tengah keterbatasan Mangkunegoro VII bisa membuat radio dan menyebarluaskan gagasan tentang kebudayaan dan eksistensi Nusantara," papar Agung Supriyo, pada MNC Portal Indonesia, Minggu (28/3/2021).