Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Sabtu 17 April 2021 12:08 WIB
Foto: Instagram @heru_djanbi
Share :

Jadilah Mayor Mochammad Idjon Djanbi jadi komandan “Kopassus” pertama yang saat itu masih bernama Kesko TT III/Siliwangi. Unit ini kemudian berubah jadi RPKAD (Resimen Para-Komando Angkatan Darat), Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat), Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) dan kemudian Kopassus TNI AD.

Saat tengah “panas-panasnya” nasionalisasi sejumlah perusahaan asing pada 1956, muncul inisiatif Mabes AD untuk mengalihkan tampuk komando unit khusus itu ke perwira pribumi. Djanbi pun ditawari jabatan lain yang kemudian lebih pilih pensiun.

Pangkatnya dinaikkan saat RPKAD tengah berulang tahun pada 1969 dari mayor menjadi letnan kolonel. Lantas pada suatu pagi pada 1 April 1977, Idjon Djanbi mangkat akibat penyakit usus buntu dan usus besar, hingga dimakamkan di TPU Kuncen, Yogyakarta.

Di tengah perjalanannya, Kopassus saat ini memiliki 5 grup dari sebelumnya 3 grup. Kelimanya adalah Grup 1/Parakomando berlokasi di Serang, Grup 2/Parakomando berlokasi di Kartasura, Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Grup 4/Sandhi Yudha berlokasi di Cijantung dan Grup 5/Anti Teror yang juga berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya