Semua riset pengembangan vaksin wajib menaati kaidah ilmiah yang disepakati di seluruh dunia. Pengembangan vaksin disebutnya merupakan advanced technology sehingga harus memenuhi standar-standar yang berlaku. Jika tidak terpenuhi, maka harus diulangi.
Jadi Jangan memojokkan lembaga ilmiah dg tuduhan-tuduhan tentang nasionalisme, memihak kelompok kepentingan tertentu yg pasti itu tidak boleh dilakukan oleh lembaga ilmiah yg berbudaya ilmiah dan penuh tanggung jawab.
Semoga kita semua dapat lebih profesional dalam berkarya untuk bangsa dan tidak untuk mencari “panggung” bahkan dimasukkan dalam ranah politik dan kepentingan pribadi dengan cara mengorbankan harga diri bangsa Indonesia.
Untuk itu bagi Wakil Rakyat, Para Pejabat Negara dan Wartawan senior yang mantan menteri sebelum berbicara atau menulis lagi tentang vaksin nusantara atas dasar “asumsi” diri sendiri maka sebaiknya memperbanyak baca referensi /jurnal tentang vaksin, hal ini agar lebih bijak dan mendapatkan kebenaran materi bukan kebenaran persepsi.
Semoga Bangsa Indonesia semakin menjadi lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu yang baru sesuai dengan kaidah dan aturan yang sudah ada saat ini.
Penulis
dr Mukti Arja Berlian.SpPD
dr Sugeng Ibrahim M.Biomed
(Fahmi Firdaus )