Andika menegaskan, semua prajurit yang meninggalka kesatuannya telah diproses secara hukum. Bahkan sambungnya, tanggung jawab tak hanya ditanggung oleh pelaku pembelot, tetapi juga para komandannya.
"Kita juga briefing para komandan satuan dan ini termasuk penilaian. Ini yang kami lakukan. Kita tidak hanya lihat individu yang melakukan tindak pidana, tetapi bagaimana leadership atau kepemimpinan di atasnya," ucapnya.
Baca juga: Anggota Kopassus Dikeroyok di Kafe, KSAD Andika: Ngapain di Situ?
Sekadar informasi, salah seorang anggota TNI bernama Lucky Y Matuan dikabarkan membelot dari kesatuannya dan memilih bergabung ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Kabar membelotnya Lucky pun dikonfirmasi oleh Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom.
"Hal itu benar. Dia melihat orang asli Papua selalu dibunuh oleh TNI-Polri itu dia tidak tega melihat, termasuk pendeta dibunuh di depan mata dia," kata Lucky saat dikonfirmasi melalui pesan singkat," Jumat 16 April 2021.
(Fakhrizal Fakhri )