Sebagai elemen inti dari fitur kapal ini adalah perlengkapan penunjang misi oseanografi. Seperti KRI Rigel-933, KRI Spica-934 dilengkapi perangkat Single Beam Echo Sounder jenis Kongsberg’s EA600 dan Multibeam Systems EM2040 dan EM302.
Lebih canggih lagi, setiap Offshore Support Vessel (OSV) dibekali Autonomous Underwater Vehicle (AUV) tipe Kongsberg Maritime’s Hugin 1000. Perangkat yang kerap disebut Remotely Operated Vehicle (ROV) ini sanggup mengemban misi survei bawah air hingga kedalaman 1.000 meter.
Saat ini, KRI Spica-934 menjadi bagian dari armada Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).
Diketahui, KRI Spica-934 merupakan penemu Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018 lalu.
Penemuan tersebut dilakukan prajurit TNI AL dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambar) Komando Armada (Koarmada) I pada hari Senin (14/1/2019) sekitar pukul 09.10 WIB dengan menggunakan KRI Spica-934.
(Awaludin)