TNI AL, kata Kemhan juga telah mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer atau ISMERLO. Diketahui, sebelum hilang kontak, KRI Nanggala-402 hendak melaksanakan penembakan Torpedo SUT dan meminta izin menyelam.
Akan tetapi, setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi. Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar.
Baca juga: Berikut Penampakan KRI Spica-934 yang Dikerahkan Mencari KRI Nanggala 402
Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 diproduksi lada tahun 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft Jerman. Kemudian pada Tahun 1981 bergabung dengan jajaran TNI AL.
(Awaludin)