DALAM Babad Tanah Jawi diceritakan, Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) merupakan seorang Walisongo, yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik berasal dari Persia. Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Syeh Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Syeh Maulana Ahmad Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro.
Pada saat mengembara di suatu wilayah yang sangat amat panas dari kejauhan ia melihat kerumunan banyak orang.
Orang-orang mengelilingi panggung batu-batuan. Di atas batu-batuan itu terdapat seorang gadis berpakaian putih yang diapit oleh dua orang lelaki berbadan besar dan bengis memegangkan tangan sang gadis yang sembari meronta-ronta.
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Menghidupkan Lagi Mbah Sholeh Sampai 9 Kali
Di situ juga ada seorang pendeta yang sedang membacakan matranya. Si pendeta akan memulai upacaranya dengan memegang pisau.
Gadis itu sebentar lagi akan dibunuh untuk dipersembahkan kepada dewa hujan, agar mendatangkan hujan karena daerah itu sudah mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga ladang tidak bisa menghasilkan panen.
Sunan memohon agar upacara ini diberhentikan akan tetapi kedua orang laki-laki berbadan besar langsung menyergap Sunan Maulana Malik Ibrahim untuk ditangkapnya. Namun baru beberapa langkah saja kaki mereka berdua lumpuh tidak bisa bergerak.
Baca juga: Kisah Syech Hang Sanah, Ahli Taktik Perang dari Kerajaan China Pengikut Sunan Gunung Jati
Sunan berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Sudah berapa korban yang dibunuh?”.
“Ini korban yang ketiga Tuan” ucap orang-orang di situ. “Apakah hujan sudah turun?”, “Belum Tuan!”
”Baik Insya Allah Tuhan akan menolong kalian” ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Sunan Maulana Malik Ibrahim bersama kelima muridnya menghadap ke kiblat, melakukan sholat sunah Istiqah (memohon hujan) dua rakaat. Beberapa saat kemudian langit terlihat mendung lalu hujan turun dengan lebatnya.
Orang-orang bersorak gembira. sudah lama sekali mereka menantikan kehadiran hujan deras seperti ini.
"Syukur Alhamudlilah, jangan berterima kasih dan menyembah-nyembah kepadaku, karena hujan yang turun ini adalah kehendak Allah, "ucap Sunan
Orang-orang tersebut diajarkannya mengucap dua kalimat syahadat dan masuk agama Islam.
(Qur'anul Hidayat)