Kisah Laskar Pangeran Diponegoro Menyebar di Pulau Jawa Dirikan Pesantren

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 29 April 2021 07:08 WIB
Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa)
Share :

Di Wonosobo, terdapat Pondok Pesantren al-Asyariyah Kalibeber yang terletak di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, dirintis oleh Raden Hadiwijaya anak dari Kiai Nida Muhammad, salah seorang ulama yang ikut mendampingi Diponegoro.

Hadiwijaya mengubah namanya menjadi Muntaha. Tahun 1832 , dia menyingkir ke Dusun Karangsari, Desa Kalibeber. Di sini , dengan dibantu oleh Mbah Glondong Jogomenggolo, salah seorang tokoh lokal yang sangat berpengaruh, Kiai Muntaha merintis sebuah padepokan dan langgar sederhana di Dukuh Karangsari, Sarimulyo, Kalibeber, di pinggir Kali Prupuk. Setelah membina santri selama 28 tahun, anggota laskar Diponegoro ini wafat pada 1860.

Di Temanggung, terdapat nama ulama legendaris, Kiai Subkhi, yang banyak dirujuk oleh para pejuang pada saat perang. Kiai Subkhi adalah putra salah satu pengikut Diponegoro yang setelah undur diri dari medan tempur memutuskan mendirikan sebuah pesantren di sebuah desa bernama Parakan

Pesantren-pesantren didirikan oleh para prajurit dan pengikut Pangeran Diponegoro. Kyai Idris cucu Kyai Rozi, seorang pembantu Pangeran Diponegoro bersama Kyai Mojo menghidupkan kembali Pondok Jamsaren Solo pada 1878 setelah ditinggal Kyai Jamsari ke Kediri.

Di antara santri-santrinya di Jamsaren adalah, Kyai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kyai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Kyai Zarkasyi (pendiri Pondok Gontot Ponorogo), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kyai Arwani Amin (Kudus), dan Kyai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).

Di Magetan, ada Pesantren Takeran, yang didirikan oleh Kiai Kasan Ngulama (Kiai Hasan Ulama), seorang guru Tarekat Syattariyah, yang juga merupakan putera Kiai Khalifah, pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Jombang, terdapat nama Kiai Abdussalam, salah seorang pasukan Diponegoro, yang merintis pondok di Desa Tambakberas. Abdus Salam adalah putera dari Abdul Jabar, putera Ahmad, putera Pangeran Sumbu, putera Pangeran Benowo, putera Jaka Tingkir (Mas Karebet), putera Lembu Peteng, putera Brawijaya V.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya