“Yang terpenting edukasi orangtua Epa agar semangat terus maju pengobatan hingga tuntas,” katanya.
Menurutnya, perangkat desa juga baru tahu bahwa Epa sakit. Dia mengatakan bahwa orang tua Epa yang berprofesi sebagai petani tersebut kurang paham dengan kondisi anaknya.
“Dalam waktu 1,5 tahun apakah pihak Dinkes Pandeglang tak tahu dan tak melakukan apa-apa?,” ujarnya.
Ima berharap agar jangan ada anak-anak lain yang mengalami hal seperti epa. Dia minta agar ada sinergi pemerintah dan relawan dalam mengatasi gizi buruk.
“Harapan kami, jangan sampai ada lagi Epa yang lain. Dengan sinergi pihak pemerintah, relawan dan masyarakat, soal semacam ini harusnya tidak terjadi. Di negeri kita yg subur, masih ada anak seperti hidup di Gaza,” pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )