Setelah mengelilingi kampung dan tiba kembali ke masjid, takbiran akan dilanjutkan di masjid sampai pagi.
Baru dua minggu puasa , aroma lebarannya sudah mulai terasa. Ibu-ibu sudah mulai mencicil membuat jajanan lebaran, menjemur rengginang dan kerupuk-kerupuk, sehingga nanti ketika mendekati hari H tinggal menggoreng.
Lima hari menjelang hari kemenangan, kesibukan membuat kue lebaran semakin menjadi-jadi. Ibu-ibu dan remaja putri sudah sibuk membuat rempeyek, kerupuk, rengginang, keripik pisang, keripik ketela, kuping gajah, antari, wajik, jadah, tape ketan dan macam-macam jajanan lainnya.
Waktu itu, jajanan yang disajikan di hari Lebaran memang didominasi kue-kue hasil olahan sendiri. Sehingga walaupun nama jajannya sama, cita rasanya akan tetap berbeda pada tiap-tiap rumah. Dulu memang jarang jajanan beli, bahkan kaleng Khong Guan isinya rengginang.
(Erha Aprili Ramadhoni)