Di tempat yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan pendekatan membangun porang harus skala kawasan. Sebaran terbesar saat ini di Jatim, NTT, Sulsel, Jateng dan NTB.
“Kami ingin kelompok tani supaya bermitra dengan industri. Harapannya petani tidak menjual basah, bisa ke bentuk chip bahkan tepung,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Revie Christianto Gozali, Direktur Utama PT Asia Prima Konjac, salah satu eksportir porang mengatakan siap menampung hasil panen petani porang dari seluruh Indonesia. Dalam setahun pabrik itu baru mendapat sekitar 20.000 ton dan dinilai masih kurang.
“Jadi kami memang pertama di Madiun untuk menampung produksi umbi porang yang makin meningkat kebutuhannya," ujarnya.
“Kami selaku perusahaan mengapresiasi upaya pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi porang dalam negeri, khususnya bapak Menteri Pertanian,” katanya.
Berdasarkan pengalamannya peluang porang saat ini masih sangat besar dan Revi yakin Porang Indonesia mampu memenuhi pasar dunia. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para eksportir yaitu mampu menjaga kualitas produknya.