JAKARTA - Potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah harus segera diwaspadai. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut mikro lockdown jadi pilihan jika kasus tidak bisa dikendalikan.
Berkaca dari pengalaman setiap setelah libur panjang ada kenaikan kasus, selain itu ancaman yang dihadapi saat ini adalah mutasi Covid-19 yang sudah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dan ancaman yang kita hadapi tentunya kaitannya dengan salah satunya adalah mutasi. Dan dari 1.200 lebih sequences yang sudah dilakukan di Indonesia dari berbagai tempat dan tentunya sampel yang banyak dari DKI, dan juga yang kedua adalah Jawa Timur,” ungkap Wiku dalam rapat koordinasi secara virtual, Selasa 11 Mei 2021, malam.
Wiku mengatakan mutasi Covid-19 sudah terjadi dan tersebar di beberapa tempat di Indonesia. “Dan sejak April tahun 2020 sudah mengidentifikasi varian D614G dan jumlah yang ditemukan cukup banyak 1.209 di berbagai tempat di Indonesia awalnya ditemukan di Jawa Timur,” tuturnya.
“Dan masing-masing mutasi ini secara literatur memang memiliki potensi efek, ada berbagai macam, contohnya D614G ini bisa meningkatkan ikatan reseptor ACE2 pada manusia artinya lebih mudah untuk menempel virusnya pada manusia,” ungkap Wiku.
Kemudian, ada mutasi Q677H sebanyak 47 mutasi, pertama ditemukannya di Jawa Timur. “Dan transmisinya ini masih dipelajari. Jadi ada berbagai mutasi yang sudah ditemukan di Indonesia ini,” katanya.