JAKARTA - Satgas Nemangkawi menyatakan bahwa penegakkan hukum kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dilakukan secara tegas dan terukur. Langkah tersebut juga dilakukan dengan operasi kemanusiaan melalui Binmas Noken Polri.
Binmas Noken Polri hadir melalui berbagai kegiatan, di antaranya program Polisi Pi Ajar. Pada progam ini polisi yang bertugas mengajarkan kepada anak-anak tentang wawasan kebangsaan, membaca dan menghitung. Pola pembelajaran yang diberikan pun berbeda, yakni belajar sambil bermain.
Tak hanya itu, Binmas Noken Polri juga memberikan cara beternak dan berkebun yang baik kepada peternak maupun petani orang asli Papua. Pendampingan dan pemberian pupuk serta bibit diberikan pula.
Sementara pada penegakan hukum kepada kelompok teroris yang tersebar di wilayah Papua terus dilakukan secara tegas dan terukur, agar masyarakat sipil tidak menjadi korban.
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy mengatakan, dalam operasi penegakan hukum kelompok teroris, personel TNI-Polri telah melakukan pemetaan.
Baca juga: Kembali Baku Tewak, Dua Anggota KKB Papua Dikabarkan Tewas
Pemetaan dilakukan agar dapat membedakan mana bagian dari kelompok teroris, dan mana masyarakat sipil.
Tewasnya Wendis Enimbo, ajudan pribadi Lesmin Waker yang mendiami wilayah Pintu Angin sebagai komandan pasukan pimpinan teroris Lekagak Telenggen, dalam kontak senjata dengan pasukan TNI-Polri di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupatrn Puncak pada Kamis 13 Mei 2021, membuktikan bahwa dalam melakukan penegakan hukum dilakukan secara tegas dan terukur.
Baca juga: Satgas Nemangkawi Serahkan Jenazah Denis Wanimbo ke Keluarga
"Penegakan hukum kelompok teroris Papua tegas dan terukur," kata Kombes Iqbal, Minggu (16/5/2021).
Operasi Nemangkawi dibentuk dengan pertimbangan adanya gangguan kamtibmas yang dilakukan kelompok teroris Papua, hingga mengganggu kehidupan masyarakat di beberapa wilayah Papua melalui aksi teror bersenjata.
Tahun 2017 lalu, ribuan warga disandera kelompok teroris di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Kemudian 2018, korban dari pekerja PT. Istaka Karya. Puluhan pekerja dibunuh secara sadis di Kabupaten Nduga oleh kelompok teroris Egianus Kogoya. Padahal pekerja ini sedang membangun jalan trans. Papua untuk membuka akses jalan darat.
Berdasarkan catatan Kepolisian di tahun 2019, aksi teror penembakan dilakukan kelompok teroris disejumlah kabupaten di pegunungan Papua sebanyak 23 kasus, dengan korban meninggal 20 orang, terdiri dari 10 masyarakat sipil, 8 anggota TNI, dan 2 anggota Polri.
Kemudian tahun 2020, aksi teror penembakan dari kelompok teroris ini meningkat sebanyak 46 kasus, dengan jumlah korban meninggal dari masyarakat sipil 5 orang, 2 anggota TNI dan 2 anggota Polri.
Baca juga: Kapolda Papua: Dua Anggota Satgas Nemangkawi Terluka dalam Baku Tembak dengan KKB
Tahun 2021, kelompok teroris pimpinan Lekagak Telenggen semakin brutal di Kabupaten Puncak. Guru, pelajar, warga sipil, ditembak mati. Tak hanya itu, bangunan sekolah, rumah guru, rumah warga, helikopter ikut dibakar.
Kombes Iqbal menegaskan, TNI-Polri akan selalu solid hadir di Papua untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok teroris.
Baca juga: Aparat Kuasai Camp Tagaloa Markas KKB, Berikut Foto-Foto Barang Bukti yang Disita
Di samping itu, kehadiran TNI-Polri di Papua untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dari gangguan kelompok teroris, karena Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"TNI-Polri tetap solid untuk melakukan penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Papua. Dan, hadirnya TNI-Polri juga senantiasa menjadi keamanan masyarakat di Papua," pungkas Kombes Iqbal.
(Fakhrizal Fakhri )