BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang.
"Selama ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), hari ini yang kemarin menjalani rapid test antigen diwajibkan PCR lagi dan hasilnya jadi bertambah yang sebelumnya 58 orang jadi 60 orang," kata Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin (24/5/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 5.907, Jawa Barat dan Jawa Tengah Penyumbang Terbanyak
Lebih lanjut, Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini menegaskan alasan seluruh kontak erat yang sebelumnya sempat menjalani rapid antigen kemudian diwajibkan PCR, selain karena ini KLB juga karena antigen tidak sepenuhnya valid.
"Jadi perlu diulang, karena antigen ini langkah kedua sesuai dengan kordinasi Kemenkes. Selain itu agar semua yang positif kembali menjalani proses isolasi mandiri tidak dilakukan di kediaman karena dikhawatirkan akan terjadi penularan risiko," ungkapnya.
Tak lupa Bima Arya juga menyampaikan terima kasih kepada aparatur RT/RW di Perumah Griya Melati Bogor yang sudah bergerak cepat sehingga kasus ini cepat tertangani.
"Saya sampaikan juga kemarin kepada masyarakat Griya Melati Bogor yang mungkin bapak ibu cukup bertanya-tanya terpukul kenapa Griya Melati muungkin karena Allah SWT memberikan kepada umatnya dalam memberikan cobaan yang memang sanggup untuk menjalani itu," tandasnya.