SUMBAWA BARAT -Kekeringan mulai dirasakan petani Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, di musim tanam kedua. Agar terhindari dari kerugian, para petani diminta memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kekeringan bisa menjadi ancaman serius untuk pertanian.
"Potensi gagal panen sangat besar saat kekeringan melanda. Oleh sebab itu, selain menyiapkan water management, petani juga kita ajak untuk mengasuransikan lahan, khususnya AUTP," katanya, Selasa (25/5/2021).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
"Asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menghindari kerugian akibat gagal panen," tuturnya.