Salah satu wilayah di Sumbawa Barat yang telah merasakan dampak dari kekeringan adalah Kecamatan Sekongkang. Menurunnya curah hujan sejak beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama bahkan saat ini kondisi tanahnya sudah mulai retak-retak.
“Memang laporan yang kami terima dari PPL setempat kondisi lahannya sudah mulai retak akibat akibat kekeringan. Kami juga sudah menyiapkan mesin pompa air untuk membantu petani setempat karena masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melalui Kabid Tanaman Pangan, Syaiful Ulum.
Fenomena alam yang terjadi di musim tanam kedua sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan di minggu terakhir Mei belum turun hujan baik intensitas ringan maupun sedang.
Selain menyiapkan sarana mesin air dan minyak, pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa ikut program AUTP Karena manfaat dari program ini sangat besar jika petani mengalami gagal panen maupun kendala lain.
“Kami tetap mendorong petani agar mengikuti program asuransi pertanian karena manfaatnya sangat besar. Jika petani tidak mau berkorban dan berharap bantuan pemerintah maka hasilnya tidak maksimal karena anggarannya terbatas,” tuturnya. CM
(Yaomi Suhayatmi)