Berikut 4 Fakta Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 25 Mei 2021 06:30 WIB
foto: istimewa
Share :

JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan pelaksanaan haji 2021, dikarenakan sejumlah negara masih dilanda Pandemi Covid-19.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel pun menegaskan belum ada pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2021. Okezone merangkum sejumlah fakta dalam kasus tersebut.

 Baca juga: Arab Saudi Izinkan Haji untuk 60 Ribu Jamaah, Dubes: Belum Ada Pengumuman Resmi

1. Kemenag Optimis Penyelenggaran Haji 2021 Bakal Dibuka

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Saadi mengatakan, bahwa kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini masih terbuka meski dengan pembatasan kuota.

“Kami masih optimis kemungkinan diselenggarakannya haji tahun ini masih terbuka,” tegas Wamenag seperti dilansir di laman resmi Kemenag yang dikutip, Minggu (11/4/2021)

Baca juga:  Dubes RI Luruskan Kabar Arab Saudi Perbolehkan 60 Ribu Jamaah untuk Haji

Menurutnya, ada sejumlah alasan terkait optimisme ini. Pertama, Saudi dan Indonesia telah melakukan vaksinasi dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19.

Kemudian yang kedua, otoritas Arab Saudi juga telah menyatakan akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021.

2. Arab Saudi Telah Mengizinkan 60 Ribu Orang untuk Menunaikan Haji 2021

 

Wakil Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Timur Tengah dan Kerukunan Umat Beragama Taher Al-Ashrafi mengatakan, bahwa pemerintah Saudi telah mengizinkan 60.000 orang untuk menunaikan haji tahun 2021, dan orang-orang Pakistan juga akan pergi untuk menunaikan haji.

Namun, Kedutaan Besar Arab Saudi di Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait haji.

Seorang juru bicara kedutaan Saudi di Pakistan mengatakan, Minggu (23/5/2021), bahwa belum ada keputusan yang diambil mengenai haji. "Semua yang dikatakan dalam hal ini adalah proposal yang masih dalam studi," jelasnya.

Menurut pernyataan tersebut, pernyataan Wakil Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Timur Tengah dan Kerukunan Umat Beragama Taher Al-Ashrafi terkait haji adalah tidak tepat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya