“Intinya kita pahamkan warga dan elit bangsa yang belum paham sejarah dan konstitusi juga jiwa konstitusi Indonesia bahwa bela Palestina dan bela setiap hal yang mirip dengan Palestina. Nah orang Islam juga harus jujur dan adil kalau ada peristiwa yang sama dan menimpa golongan lain, yang kebetulan tidak terikat dengan agama kita. Kita harus membela, jangan diam,” ucapnya.
Muhammadiyah, sambung Haedar akan terus berupaya menjadi faktor dan aktor umat Islam dalam kemajuan peradaban. Oleh karenanya, dia berpesan agar warga Muhammadiyah tidak larut dalam aksi yang tidak produktif dan hanya retorika.
“Jadi Muhammadiyah harus adil membela setiap peristiwa yang menjadi korban dari agresi dan tindakan semena-mena, atas nama apapun,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)