Energi besar yang telah lama terpendam dan sewaktu-waktu bisa keluar secara bersamaan menjadi kekhawatiran besar BMKG. Takut jika guncangan besar itu bisa memicu munculnya Tsunami di daerah Jawa Timur.
Berangkat dari kekhawatiran itu, BMKG memutuskan untuk membuat skenario yang ditujukan sebagai prediksi kemungkinan terjadinya tsunami. Mengukur berapa ketinggian gelombang, kapan waktu datangnya hingga berapa jarak masuknya.
"Sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga," jelas Dwikorita.
Gempa dan Tsunami di Jawa Timur
Hingga saat ini BMKG telah mencatat beberapa gempa dan tsunami yang pernah melanda wilayah Jawa Timur. Pada periode 1836-1972, BMKG mencatatkan 9 kejadian gempa besar yang skala intesitasnya mencapai VII MMI - IX MMI.
Sedangkan untuk tsunami BMKG mencatat, Jawa Timur telah 6 kali mengalami bencana tersebut pada periode 1930 hingga 1994. Mulai dari daerah Pacitan, Madura hingga pantai Parangtritis di Jogjakarta.
BMKG berharap dengan dibuat prediksi pemodelan potensi bencana gempa dan tsunami, pemerintah bisa bergerak cepat melakukan persiapan. Mulai dari persiapan jalur evakuasi, penampungan sementara hingga melakukan penghijauan. (Timothy Putra Noya)
(Awaludin)