YANGON - Media pemerintah Korea Utara (Korut) mengklaim sejumlah anak yatim piatu bekerja secara sukarela di berbagai tambang dan ladang yang dikelola pemerintah.
Kantor berita Korut (KCNA) menyebut ratusan anak "dengan kebijaksanaan dan keberanian di masa muda terbaik mereka" telah memilih melakoni pekerjaan fisik bagi negara.
Usia mereka tidak dijabarkan secara spesifik, namun beberapa foto sepertinya memperlihatkan anak-anak belasan tahun.
Berbagai kelompok hak asasi manusia (Hak Asasi Manusia) sudah sejak lama menuding Korut memanfaatkan anak-anak sebagai tenaga kerja paksa, namun Korut membantahnya.
Pada Februari lalu, BBC melaporkan mengenai tudingan bahwa beberapa generasi tahanan perang Korea Selatan telah digunakan sebagai budak di sektor pertambangan batu bara guna menghasilkan uang bagi rezim Korut sekaligus mendanai program senjatanya.
Pada April lalu, Kim Jong-un memperingatkan rakyatnya untuk bersiap menghadapi masa sulit—sesuatu yang jarang dilakukan seorang pemimpin Korut.