“Alat-alat batu yang mereka ambil, kemungkinan besar batunya didapat dari sungai, dibawa ke gua, dikerjakan dijadikan alat,” paparnya.
Sejauh ini, temuan serupa juga didapat di gua-gua di kawasan karst Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Juga terkenal cap-cap tangan merah di dinding gua-gua karst di Sangkulirang, Kabupaten Berau.
Atas temuan-temuan ini, Prof Simanjuntak menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penggalian sambil mengumpulkan data-data lainnya. Ia berharap menemukan lebih banyak lagi artefak sehingga dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perikehidupan di masa itu.
(Fakhrizal Fakhri )