TOKYO - Jumlah bayi yang lahir di Jepang turun ke rekor terendah tahun lalu, demikian diungkapkan kementerian kesehatan pada Jumat (4/6/2021). Menurut kementerian itu, penurunan itu terjadi karena lebih banyak pasangan menunda pernikahan dan memulai sebuah keluarga di tengah pandemi global.
Jumlah kelahiran di Jepang turun menjadi 840.832 pada 2020, turun 2,8% dari tahun sebelumnya dan terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899, kata kementerian itu sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA: Untuk Pertama Kalinya, Korea Selatan Catat Lebih Banyak Kematian Dibanding Kelahiran
Wabah virus corona telah memukul tingkat kelahiran di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat (AS), meskipun ada spekulasi awal bahwa penguncian terkait pandemi dapat menyebabkan ledakan bayi global.
Jumlah pernikahan terdaftar di Jepang turun 12,3% tahun lalu menjadi 525.490, sebuah rekor pascaperang, kata kementerian itu. Tingkat kesuburan negara itu, jumlah kelahiran yang diharapkan per wanita, turun menjadi 1,34, termasuk yang terendah di dunia.
(Rahman Asmardika)