Mohammed berpendapat Twitter terpengaruh pemberitaan yang keliru tentang Nigeria, salah satunya soal laporan tindakan keras terhadap aksi protes tahun lalu.
(Baca juga: Kisah 6 Pasien Covid-19 yang Meninggal karena Ditinggal Dokter dan Perawat)
Demonstran yang pro reformasi polisi di Nigeria menggunakan media sosial untuk menyelenggarakan aksi, menggalang dana dan mengunggah bukti kekerasan yang dilakukan polisi.
(Susi Susanti)