Ilmuwan Isreal Klaim Mampu Panjangkan Umur Tikus hingga 23%, Berharap Bisa Diterapkan Pada Manusia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 06 Juni 2021 09:55 WIB
Jika uji coba ilmuwan Israel yang mampu memanjangkan usia tikus bisa diterapkan ke manusia, maka usia manusia akan panjang.(Foto:BBC)
Share :

TEL AVIV - Tim ilmuwan Israel mengeklaim berhasil memperpanjang usia tikus hinggga 23%, dan berharap metode ini suatu saat nanti bisa diterapkan pada manusia. Jika memang aman untuk manusia, maka usia harapan hidup bisa diperpanjang hingga rata-rata 120 tahun.

Perpanjangan usia ini dilakukan dengan meningkatkan pasok protesin SIRT6 - yang biasanya berkurang seiring dengan bertambahnya usia - pada 250 tikus.

Dalam artikel di jurnal ilmiah Nature Communications, para saintis mengungkapkan, selain umur yang makin panjang, tikus-tikus tersebut juga lebih awet muda dan makin tidak mudah terkena penyakit kanker.

"Perubahan usia harapan hidup ini signifikan ... dalam konteks manusia, maka usia harapan hidup kita bisa diperpanjang rata-rata hingga hampir 120 tahun," kata Profesor Haim Cohen dari Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, dalam wawancara dengan surat kabar The Times of Israel.

Baca Juga: Ilmuwan: Manusia Purba "Masih Berayun" di Pepohonan 3,67 Juta Tahun Lalu Meski Bisa "Berjalan Tegak"

"Perubahan yang kami saksikan pada tikus bisa diterapkan pada manusia. Dan jika memang demikian keadaannya, itu sungguh sangat menggembirakan," katanya.

Cohen dan timnya sekarang mencoba mengidentifikasi obat untuk meningkatkan ketersediaan protein SIRT6 secara aman pada manusia.

Para saintis mengatakan, tingkat SIRT6 menurun seiring dengan bertambahnya umur, dan banyak yang mencoba hipotesis bahwa mendorong produksi protein ini mungkin akan sangat bermanfaat.

Jika metode menambah pasok SIRT6 dapat diterapkan pada manusia, usia kita bisa ditambah rata-rata hingga 120 tahun, kata peneliti.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya