"Artinya, sebagian besar masyarakat ada kecenderungan masih menunggu figur baru yang muncul atau juga dapat diartikan bahwa sebagian masyarakat belum terlalu fokus memikirkan urusan pilpres," ujarnya.
Dia melanjutkan, karena posisi capres belum ada yang unggul secara dominan, maka setiap anak bangsa yang punya modal rekam jejak mumpuni, kapasitas dan integritas teruji punya kesempatan yang sama untuk maju.
"Tentu dengan catatan mendapatkan dukungan partai karena dalam kontestasi pilpres partai menjadi satu-satunya kendaraan dan instrumen seseorang dapat mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)