Mahfud Ajak Kiai Sadarkan Warga Madura Soal Bahaya Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 16 Juni 2021 03:34 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyadari peran penting penting alim ulama setempat sebagai panutan warga, dan mengajak para kiai di Kabupaten Bangkalan, Madura, untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

“Kita melihat fakta, kebanyakan yang dibawa ke Rumah Sakit sudah parah, untuk mencegah itu, agar para ulama menyosialisasikan bahwa tes swab itu penting untuk mengetahui dan agar dapat mencegah,” ujar Mahfud dalam acara Silaturahmi dengan Alim Ulama dalam rangka Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Rabu (16/6/2021).

Dalam kegiatan ini, Menko Polhukam hadir bersama Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, dan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. Silaturahmi ini dihadiri oleh para Kiai dari se-Bangkalan.

Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengatakan bahwa kondisi saat ini masyarakat Sebagian besar masyarakat tidak mau ke rumah sakit, namun setelah parah baru ke rumah sakit dan meninggal. Sehingga muncul kesimpulan, jangan ke rumah sakit karena pasti mati.

Baca juga: Terima 1 Juta Vaksin Sinopharm, Satgas: Ini Mendukung Kelancaran Program Vaksinasi

“Di sini kita perlu meminta Kiai-kiai untuk sadarkan masyarakat karena Sebagian besar tidak mau swab. Bahkan ada tiga pesantren mau diswab, satu pesantren gagal karena semua santrinya kabur,” ujarnya.

Dari kejadian itu, Mahfud ingin adanya pendekatan lokal. Sehingga kiai atau tokoh alim ulama yang paling menjadi panutan dan paling didengar dan dipatuhi masyarakat.

“Jangan kita masih anggap Covid itu main-main, lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus,” terang mantan Ketua MK itu.

Baca juga: Sudah Terpapar 16 Hari, Gubernur Aceh Masih Positif Covid-19

Pemerintah, sambungnya, bukan tidak berbuat apa-apa, pemerintah telah melakukan kebijakan sudah berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah dan MUI. “Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut!” ujar Mahfud.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya