Namun karena kebencian yang sudah memuncak kepada Belanda, Du Puy dan seluruh pengawalnya dibunuh oleh pasukan pengawal kraton di depan pintu gerbang benteng Surosowan.
Mengetahui keadaan utusannya itu Daendels segera memerintahkan pasukannya untuk menyerang istana Surosowan pada hari itu juga, yakni tanggal 21 November 1808 (Chijs, 1881:43).
Serangan yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan dan memang di luar dugaan, sehingga Sultan tidak sempat lagi menyiapkan pasukannya.
"Prajurit-prajurit Banten dengan keberanian yang mengagumkan mempertahankan setiap jengkal tanah airnya,"ucap Ismet.
Tapi akhirnya Deandels dapat menumpas semua itu. Surosowan dapat direbutnya, dibakar dan dihancurkan rata dengan tanah. Sultan Aliudin ditangkap dan diasingkan ke Ambon.
Sedangkan Patih Mangkubumi dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke laut.
Selanjutnya Banten dan Lampung dinyatakan sebagai daerah jajahan Belanda. Tangerang, Jasinga, dan Sadang dimasukkan ke dalam teritorial Batavia.
(Rahman Asmardika)