Dijelaskan lebih lanjut, saat sistem perbudakan ditiadakan pada 1860, budak-budak yang dilepaskan itu membentuk sebuah kelompok dengan nama Tanjidor. Namun, sepertinya kesenian ini sudah sangat jarang dimainkan di muka umum. Banyak generasi muda Indonesia yang tidak mengenal kesenian ini.
4. Teater Lenong dan Teater Topeng
Dikutip dari buku ‘Masyarakat dan Budaya’ teater lenong merupakan salah satu jenis bertunjukkan yang erat dengan masyarakat Betawi. Teater lenong menggunakan gambang kromong sebagai iringan musiknya dan menggunakan orkes Melayu, serta dangdut untuk musik selingannya. Namun demikian, teater lenong masih kerap dimainkan. Meskipun tidak terlalu sering.
Untuk menunjukkan di mana sebuah adegan berlangsung, teater lenong biasanya menggunakan layar atau dekor. Diperkuat dengan monolog yang menceritakan tempat dalam adegan tersebut.
Sementara itu, teater topeng lebih jarang terdengar dan dimainkan lagi. Teater ini menggunakan kliningan sebagai iringan musik dan orkes melayu, serta dangdut sebagai musik selingannya.
Berbeda dengan teater lenong, teater topeng tidak menggunakan panggung dalam pertunjukannya. Umumnya, peralatan yang digunakan pada teater ini hanya meja dan kursi. Difungsikan sebagai pembatas antara bagian depan dan belakang.
(Rahman Asmardika)