Kemudian, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kantor yang di dalamnya terdapat ASN positif selama satu pekan ke depan.
"Kedua, melakukan penyemprotan disinfektan di kantor atau dinas di mana tempat ASN itu terpapar. Dari kemarin, ini sudah kami lakukan dan akan terus kami lakukan satu pekan ke depan," jelasnya.
Sesuai arahan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Pemerintah Kota Bogor juga akan memberlakukan work from home sebesar 75 persen. Sehingga, belum ada rencana penutupan total.
"Sejauh ini belum ada yang ditutup (OPD), karena ini semua belum jadi klaster, kami masih melakukan tracing. Apabila nanti ada kasus penambahan akan kami pertimbangkan untuk menentukan langkah-langkah yang lebih sesuai," tutup Dedie.
(Qur'anul Hidayat)