SOLO – Peristwa perusakan makam Cemoro Kembar di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Kota Solo, membuat emosi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meledak.
(Baca juga: Parah! Pasien Covid-19 Ini Malah Gelar Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Depok Terpapar)
Gibran meninjau langsung kondisi makam Cemoro Kembar yang dirusak sekolompok bocah tersebut. Ada 12 makam yang dirusak . Pelakunya anak-anak murid sebuah lembaga pendidikan, yang usianya 3-12 tahun.
(Baca juga: Catat! Ini Instruksi Terbaru Menteri Tito Karnavian soal PPKM Mikro)
Menurut Gibran, hal ini sudah keterlaluan, apalagi melibatkan anak-anak. Dia juga mengancam menutup lembaga pendidikan tersebut, karena sudah melanggar aturan dan melibatkan anak-anak yang harusnya dibina. "Ini sudah keterlaluan, harus diproses hukum," tegasnya.
Ahli waris salah satu makam yang dirusak , Andreas mengaku, diberitahu juru kunci makam terkait adanya perusakan tersebut. "Banyak yang tahu kegiatan perusakan tersebut. Kami minta diperbaiki kembali," tuturnya.
Sementara, Kapolsek Pasar Kliwon, Iptu Achmad Ridwan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pelaku atau orang tua pelaku.