Pertempuran Prajurit Majapahit versus Mongol di Sungai Kalimas?

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 01 Juli 2021 06:54 WIB
Prasasti Trowulan.(Foto:Istimewa)
Share :

Tiga ribu pasukan Kerajaan Yuan dari Cina ini dapat dibinasakan oleh pasukan Majapahit, memaksa mereka keluar dari Pulau Jawa dengan meninggalkan banyak korban.

Shih Pi dan Kau Hsing yang terpisah dari pasukannya, harus melarikan diri sampai sejauh 300 li (± 130 kilometer), sebelum akhirnya dapat bergabung kembali dengan sisa pasukan yang menunggunya di pesisir utara (Ujunggaluh). Mereka berlayar selama 68 hari kembali ke Cina dan mendarat di Chuan-chou.

Nama Kalimas merupakan pemberian dari Belanda, karena di Belanda juga ada sungai yang mirip dengan sungai pecahan Brantas itu, dan dijadikan sebagi sumber kehidupan oleh masyarakat. Semenjak kekuasaan VOC, Kalimas menjadi sarana penghubung transportasi air.

Tiap hari perahu berukuran besar kecil hilir mudik mengangkut barang komoditi seperti ikan dan sejenisnya menuju ke pelabuhan Tanjung Perak. Mulai dari Kembang Jepun daerah pecinan di Surabaya hingga ke daerah Kayun.

Bahkan didaerah itu, sempat dibangun jembatan gantung buatan Belanda yang dapat diangkat dan diturunkan kembali saat ada kapal komoditi berukuran besar melintas. Namun jembatan tersebut sekarang sudah rusak termakan usia.

Bahkan pada abad 17-18, karena tingginya tingkat perekonomian di Surabaya dibangunlah pelabuhan di dermaga Perak Ujung.

Dahulu pelabuhan Perak ini terletak di Jembatan merah, data itu terekam dari bentuk bangunan yang berkarakteristik pelabuhan dikawasan Pabean Cantikan dan Kembang Jepun. Karena dirasa kurang memenuhi syarat, dipindah oleh pemerintahan Belanda ke Dermaga Ujung Perak.

Jaman Hindia Belanda, Kalimas dipenuhi perahu-perahu yang berlayar menuju pelosok Surabaya. Pada 1911, Belanda membangun pelabuhan Surabaya yang saat ini lebih dikenal dengan Tanjung Perak.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya