Budi mengatakan, grup yang kedua adalah kapasitas responnya. “Jadi berdasarkan laju penularannya gimana kapasitas respons dari daerah tersebut, kuat apa enggak. Itu diukurnya adalah dari positivity rate, jadi dilihat kapasitas testingnya bagus apa enggak,” tuturnya.
“Kemudian dilihat tracingnya dia bagus apa enggak ya, kuat apa enggak. Kemudian dari bed occupancy ratenya, kalau sudah masuk rumah sakit diukur apa nggak. Nah, dari ke-6 indikator ini, 3 masuk kelompok yang pertama indikator lagi penularan, 3 itu masuk kelompok yang kedua, indikator kapasitas respon, kemudian kita bisa lihat level 1, 2, 3 nya,” katanya.
Sehingga, dari penilaian itu kata Budi, maka akan terlihat wilayah yang masuk level 3 dan 4. “Jadi, kelihatan itu indikator 3 dan 4 adalah yang kapasitasnya terbatas atau sedang dan transmisi yang tinggi. Agak complicated,” pungkasnya.
(Awaludin)