Kamu pergi ketika negeri tidak sedang baik-baik saja.
Sumber daya alam makin tergerus dan gula-santan-nya hanya dicicipi segelintir orang.
Ruang publik dikekang dan anak-anak-Mu kembali dibungkam dan diretas.
Anak-anak muda itu butuh KAMU yang akar-nya menghujam dalam seperti kayu ulin, ketangguhan-nya laksana badak Jawa, ketajaman-nya bagai taring harimau Sumatera, dan keelokannya bagai anggrek dan cendrawasih Papua.
Kabar gelap menyelimuti nusantara.