"Studi ini menunjukkan bahwa percobaan terbesar di dunia terkait minggu kerja yang lebih pendek di sektor publik hasilnya sukses luar biasa,” terang Will Stronge, Direktur Penelitian di Autonomy.
"Ini menunjukkan bahwa sektor publik siap menjadi pelopor minggu kerja yang lebih pendek - dan pelajaran dapat dipetik oleh pemerintah lain,” lanjutnya.
Gudmundur D. Haraldsson, seorang peneliti di Alda, mengatakan waktu kerja yang lebih singkat di Islandia memberi tahu jika tidak hanya mungkin untuk bekerja lebih sedikit di zaman modern, tetapi perubahan progresif juga mungkin terjadi.
Spanyol sedang menguji coba empat hari kerja seminggu untuk sejumlah perusahaa akibat pandemi virus corona.
Unilever di Selandia Baru juga memberi staf kesempatan untuk memotong jam kerja mereka sebesar 20% tanpa mengurangi gaji mereka selama percobaan.
Pada Mei lalu, sebuah laporan yang diinisiasi oleh kampanye 4 Hari Seminggu dari Platform London mengatakan bahwa jam kerja yang lebih pendek dapat mengurangi jejak karbon di Inggris.
(Susi Susanti)