Masalahnya sekarang, kalau ingin memperdalam kebatinan, ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, berarti harus bisa mengendalikan dua sifat yang bertentangan yang ada pada manusia itu. Ilmu klenik adalah ilmu kanuragan, ilmu untuk mencari kesempurnaan hidup, tetapi batinnya bukan didekatkan kepada Tuhan, melainkan hanya untuk kandel tipising kulit. Fisik saja. Jadi, kebal senjata. Kemudian sedikit mempunyai kekuatan lebih daripada yang lain. Dan itu memang bisa diperoleh dengan ilmu klenik. Ini juga ilmu. Tetapi hanya untuk kekuatan badan, bukan untuk kekuatan batin.
Mencari hubungan dengan Tuhan bukan hanya dengan alam pikiran kita, melainkan terutama dengan batin kita. Yang bisa berhubungan dengan-Nya, buah pikiran kita, bukan fisik kita, melainkan batin kita. Hubungan dengan-Nya tidak berwujud, melainkan melalui Nur-nya. Berhubungan dengan-Nya tidak perlu dengan berteriak-teriak.
Dengan sembahyang, menurut agama, itu memudahkan untuk bisa berhubungan dengan-Nya. Tetapi bagi yang percaya akan ada-Nya, kapan saja ia bisa mendekatkan dirinya kepada-Nya. Tanpa perlu berteriak-teriak. Dalam batin pun sudah cukup karena Tuhan Mahatahu.
Dan Tuhan itu, Maha Pemurah, memberikan yang baik kepada umatnya, Tuhan itu berhubungan dengan jiwa kita, dengan batin kita, dengan sukma kita yang percaya kepada-Nya. Jauh dekatnya Tuhan pada kita bergantung pada keyakinan kita. Jauh bagi ·orang yang tidak selalu berusaha mendekatkan dirinya kepada-Nya. Dekat bagi orang yang selalu berusaha ke arah itu.
(Khafid Mardiyansyah)