Dalam menekan tingginya angka BOR, masyarakat dapat berkontribusi. Caranya, bagi masyarakat yang mengalami gejala COVID-19 atau pernah kontak erat dengan pasien positif jangan panik. Segeralah menghubungi puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan penelusuran kontak.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, pasien terus berkonsultasi dengan petugas puskesmas, agar isolasi mandiri dapat selalu terpantau. "Ingat melapor ke puskesmas sangat membantu pendataan dan pelacakan kontak, serta penanganan COVID-19 bisa didapatkan gratis tanpa dipungut biaya apapun," lanjut Wiku.
Puskesmas dapat menganjurkan pasien untuk isolasi mandiri atau merujuk ke fasilitas isolasi terpusat maupun rumah sakit sesuai gejalanya. Jika dianjurkan isolasi mandiri, penting memastikan ketersediaan peralatan seperti oxymeter, thermometer obat-obatan dan vitamin. Pantau suhu dan saturasi oksigen pasien secara berkala dan pastikan asupan makanan dengan gizi seimbang terpenuhi setiap harinya.
Dan dihimbau bagi masyarakat yang melakukan Isolasi mandiri tidak perlu panik dengan membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Karena hal ini dapat memicu habisnya stok barang tersebut dan membuatnya langka di pasaran. Sehingga harga meningkat tajam dan menyulitkan orang yang benar-benar membutuhkannya. "Ingat, penggunaan obat-obatan selama masa pemulihan harus dengan resep dokter," pesan Wiku.
(Sazili Mustofa)