Modern Slavery & Human Rights Policy & Evidence Center yang berbasis di Inggris, melaksanakan penelitian berdasarkan survei yang dilakukan terhadap sekitar 1.500 pekerja dan menguraikan bahwa pandemi telah memperburuk kondisi tersebut.
Temuan itu terungkap dalam sebuah laporan berjudul, “Kerja Paksa dalam Rantai Pasokan Sarung Tangan Medis Malaysia Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19: Bukti, Skala, dan Solusi,” pada 1 Juli 2021.
(Baca juga: Presiden Dibunuh, PM Haiti Minta Rakyat Tenang)
Kepada tim peneliti, sejumlah pekerja mengungkapkan kombinasi lonjakan jumlah pemesanan dan karyawan yang lebih sedikit, karena pembatasan perjalanan internasional, sehingga mempersulit pabrik-pabrik untuk mengisi lowongan, dan menambah tekanan terhadap pekerja agar bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih lama.
(Susi Susanti)