Ritual Usir Flu Spanyol di Jawa, Arak Benda Pusaka, Sembelih Kerbau dan Minum Air Kelapa

Doddy Handoko , Jurnalis
Rabu 14 Juli 2021 07:45 WIB
Panji Kanjeng Kyai Tunggul Wulung yang diarak selama ritual menolak Flu Spanyol di Yogyakarta.
Share :

Para dokter kekurangan personil, sementara tingkat penyebaran virus sudah semakin besar. Menghadapi persoalan itu, pemerintahan Surakarta mengeluarkan intruksi untuk menjalankan sebuah ritual yang diyakini dapat menjadi solusi menghadapi gelombang Flu Spanyol di wilayah tersebut.

Dalam ritual ala Kasunanan Surakarta mula-mula dipersiapkan alat-alat pendukung ritual, seperti bunga, kemenyan, dan kelapa muda yang diberi gula.

Kemudian kemenyan dibakar, sambil berdoa memohon keselamatan dari Sunan Lepen untuk seluruh sanak saudara dan keluarga, terutama kesehatan diri pribadi.

Setelah selesai, minum air kelapa muda. Minuman inilah yang dipercaya sebagai obat karena memberikan efek dingin kepada tubuh.

Namun alih-alih memberi kesembuhan, ritual itu justru menambah jumlah orang yang terpapar virus Flu Spanyol. Malah tidak sedikit orang yang terkena penyakit lain karena keliru dalam melakukan persiapan ritual.

Kondisi serupa juga terjadi kala Kraton Solo melakukan ritual menggunakan pusaka tombak “Kyai Slamet”. Pusaka yang diyakini sakti itu rupanya tidak memberikan perubahan berarti di Solo. Jumlah korban Flu Spanyol tetap tinggi.

Segala cara dicoba masyarakat untuk menghadapi virus itu. Di Parakan, Jawa Tengah, warganya kerap melakukan penyembelihan hewan seperti kambing atau sapi, yang kaki dan kepalanya ditanam di jalan-jalan utama.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya