Cerita Soeharto soal Bisikan Dukun Sebelum Ambil Keputusan

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 17 Juli 2021 07:09 WIB
Soeharto. (Foto: Sindonews)
Share :

"Teorinya begitu, semua orang bisa. Tetapi sesungguhnya, latihannya adalah yang utama. Kalau kita menghadapi kesulitan, sebaiknya segala itu kita kembalikan kepada Tuhan. Kita kembalikan kepada-Nya untuk mendapatkan petunjuk-Nya. Tentu saja dengan sembahyang adalah lebih baik. Tetapi yang penting adalah bahwa setiap saat, di mana pun kita sedang berada, kita harus ingat kepada-Nya, kepada Tuhan Maha Pencipta," lanjut Soeharto. 
Dalam pada itu, Soeharto melanjutkan, manusia patut tetap menggunakan alat kelengkapan hidup yang diberikan Tuhan. Kemudian manusia menyaring semua keterangan dan pendapat-pendapat yang datang dari luar. Lantas tentukan beberapa alternatif sebelum mengambil keputusan.
"Kita pilih yang paling baik di antara alternatif-alternatif yang ada itu. Dengan begitu tidak berarti kita harus bersemedi, atau “ngobong menyan” dan sebagainya. Gunakan rasio kita. Pakai otak kita. Gunakan rasa kita. Gunakan panca indera kita. Kalau dalam perang kita masih mencari dukun, kita bisa. mati ditembak duluan. Tetapi memang dalam hal ini latihan diperlukan," jelas Soeharto. 

"Teorinya begitu, semua orang bisa. Tetapi sesungguhnya, latihannya adalah yang utama. Kalau kita menghadapi kesulitan, sebaiknya segala itu kita kembalikan kepada Tuhan. Kita kembalikan kepada-Nya untuk mendapatkan petunjuk-Nya. Tentu saja dengan sembahyang adalah lebih baik. Tetapi yang penting adalah bahwa setiap saat, di mana pun kita sedang berada, kita harus ingat kepada-Nya, kepada Tuhan Maha Pencipta," lanjut Soeharto

Dalam pada itu, Soeharto melanjutkan, manusia patut tetap menggunakan alat kelengkapan hidup yang diberikan Tuhan. Kemudian manusia menyaring semua keterangan dan pendapat-pendapat yang datang dari luar. Lantas tentukan beberapa alternatif sebelum mengambil keputusan.

"Kita pilih yang paling baik di antara alternatif-alternatif yang ada itu. Dengan begitu tidak berarti kita harus bersemedi, atau “ngobong menyan” dan sebagainya. Gunakan rasio kita. Pakai otak kita. Gunakan rasa kita. Gunakan panca indera kita. Kalau dalam perang kita masih mencari dukun, kita bisa. mati ditembak duluan. Tetapi memang dalam hal ini latihan diperlukan," jelas Soeharto. 

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya