“Tidak semua sampel bisa dikirim dan diperiksa untuk varian delta, hanya sampel pasien yang dicurigai ada varian delta itu saja yang akan dikirim, yakni dengan indikasi sampel itu memiliki CT yang rendah sekali atau gambaran kliniknya memang jelek,” tambahnya.
Silwanus juga mengaku membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk memeriksa sampel varian delta dengan metode Scansic genonic dan memakai super komputer.
“Dengan masuknya varian delta di papua maka prokes 3 M ini harus lebih di perketat lagi, kita di papua sudah tidak bisa main-main lagi, data menunjukan bahwa varian delta ini tujuh kali lebih ganas dari varian sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Silwanus yang terpenting adalah saat ini masyarakat harus betul-betul perketat prokes dan diperlukan kolaborasi antara masyarakat dan satgas covid, agar kita bisa sama-sama kalahkan virus corona di Papua.
“Kami juga berharap pihak kepolisian agar lebih tegas kepada warga yang masih mengabaikan prokes, khususnya di daerah merah yang telah di tetapkan aturan PPKM mikro,” terangnya.
(Susi Susanti)