TOBA - Lisbet Sitorus (43), istri dari Selamat Sianipar (45), pasien Covid-19 yang dipukuli warga melapor ke Polres Toba pada Sabtu 24 Juli 2021. Mereka merupakan penduduk Dusun III, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara.
Lisbet Sitorus melaporkan pelaku penganiayaan suaminya yang terjadi Kamis 22 Juli 2021, sekira Pukul 17.00 WIB, tepatnya di Desa Pardomuan Silaen Toba.
Salinan Laporan Polisi yang diperoleh Okezone, Sabtu 24 Juli 2021 dari pihak keluarga, tertuang pada LP/B/270/VII/2021/SKPT/Polres Toba Polda Sumut dan terlapor Erik Sianipar (50) yang merupakan perangkat Desa Pardomuan Silaen Toba, dan kawan kawan.
Baca Juga: Warga Diminta Lapor Polisi jika Temukan Praktik Calo Kremasi
Perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi Kamis 22 Juli 2021, sekira pukul 17.00 WIB, di Desa Pardomuan Silaen Toba.
Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya, dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp, belum ada jawaban.
Kronologi kejadiannya, Selamat Sianipar (45), penduduk Dusun III, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pasien dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasar hasil swab antigen pada Rabu 21 Juli 2021, di klinik IT DEL Laguboti Toba. Lalu, di isolasi mandiri di sebuah gubuk tanpa penerangan listrik di desanya.
Baca Juga: Menag Terbitkan Aturan Prokes dan Kegiatan Keagamaan saat PPKM, Berikut Isinya
Kasubbag Humas Polres Toba, Iptu Bungaran Samosir menjelaskan, Rabu 21 Juli 2021, sekitar pukul 17.00 WIB, pasien keluar dari tempat isolasi mandiri dan datang ke rumahnya yang beralamat di Dusun III Desa Pardomuan Silaen Toba.
"Kamis 22 Juli 2021, sekira pukul 17.00 WIB, pasien mengalami depresi dan meludahi tangannya serta ingin menyentuh masyarakat sekitar Desa Pardomuan, agar ikut terpapar Covid-19. Sehingga masyarakat marah dan memukulnya dengan kayu, hingga dia (pasien) melarikan diri ke hutan di Seputaran Desa Pardomuan Silaen Toba," terang Iptu Bungaran Samosir kepada Okezone, Sabtu (24/7/2021).
Baca Juga: Kabur dari Tempat Isolasi dan Ludahi Warga, Pasien Covid-19 Ini Dipukuli